No. Absen :
36
Nama :
Joko Mulyono
NIM :
2014210060
Kelas :
A
T. Tangan :
1.
Dengan
mata kuliah “Filsafat Administrasi” saya
mampu menguasai konsep teoristis ilmu filsafat administrasi . Berikut
konsep teoristis ilmu filsafat administrasi yang telah saya susun:
Desain Model Kerangka Berfikir Filsafat Administrasi
1. Filsafat
a. Etika
b. Pengambilan Keputusan
2. Administrasi
a. Organisasi
b. Birokrasi
3. Kepemimpinan
4. Good Governance
5. Pelayanan Publik
6. Pembangunan/ Modernisasi
Konsep Filsafat Administrasi
A. Pengertian Filsafat
Secara etimologi kata filsafat
berasal dari bahasa (Yunani), yaitu “Philos
dan Shopia”. Kata Philos berarti (gemar, senang, atau cinta). Sedangkan
kata Shopia berarti (kebijaksanaan, kearifan, kebenaran). Jadi secara umum,
pengertian filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu
untuk mencari kebenaran.
1.) Etika
Secara etimologi Etika berasal dari
bahasa Yunani “Ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat. Sedangkan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
(1988), etika adalah:
- Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan
berkenaan dengan hak dan kewajiban,
- Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan
akhlaq,
- Nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh
golongan atau masyarakat.
2). Pengambilan Keputusan (Decision
Making)
Keputusan adalah dari pada proses
pemikiran tentang apa yang dianggap
“masalah” sebagai sesuatu yang merupakan penyimpangan dari pada yang
dikehendaki, direncanakan atau yang dituju, dengan menjatuhkan pilihan pada
salah satu alternatif pemecahannya. (Prajudi Admosudirdjo).
Pengambilan keputusan dalam
kebijaksanaan pemerintah tidaklah harus benar, tetapi juga harus baik, yang
artinya yang bermanfaat bagi rakyat banyak dan negara. Sikap, tingkah-laku dan
perbuatan pengambil keputusan (decision maker) itu tidak akan hanya menjadi
contoh teladan bagi masyarakat banyak, akan tetapi juga akan mendapatkan
perhatian dan penilaian dari masyarakat yang bersangkutan.
(Sumber: Soenarko, 2002. Public Policy,
Pengertian Pokok untuk memahami dan Analisa, Kebijaksanaan Pemerintah, Penerbit
Airlangga University Press, Surabaya).
B. Pengertian Administrasi
Secara etimologi administrasi berasal
dari bahasa (Yunani) yang terdiri dari dua kata, yaitu “ad” dan “ministrate”
yang berarti “melayani atau memenuhi “.
Menurut Sondang P. Siagian (2004:2), mendefinisikan
administrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan pada
rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
1. Organisasi
-
Organisasi
adalah kesatuan (entity) sosial yang:
-
Dikoordinasikan
secara sadar,
-
Dengan
sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi,
-
Yang
bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus,
-
Untuk
mencapai tujuan bersama, atau
-
Sekelompok
orang.
(Sumber: Stephen P. Robbins, 1994.
Teori Organisasi, Struktur desain & aplikasi, Penerbit Arcan, Jakarta).
2. Birokrasi
Secara etimologi birokrasi berasal
dari bahasa (Perancis) yaitu, “Bureacratie”
yang diartikan sebagai “Sebuah kekuasaan, pengaruh dari para kepala &
staf biro pemerintahan. Dalam bahasa (Jerman) birokrasi adalah “Bureakratie” yang berarti “Wewenang
atau Kekuasaan”.
Menurut Priyo Budi Santoso (1977),
mendefinisikan birokrasi adalah keseluruhan organisasi pemerintah, yang
menjalankan tugas-tugas negara dalam berbagai unit organisasi pemerintah di
bawah departemen dan lembaga-lembaga non-departemen, baik di pusat maupun di
daerah seperti tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, maupun desa atau
kelurahan.
C. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk
memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain untuk melakukan satu
usaha kooperatif mencapai tujuan yang sudah dicanangkan.
(Sumber: Kartono, Kartini, 2005.
Kepemimpinan: Apakah Kepemimpinan Abnormal itu?. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada).
1. Teori Kepemimpinan
Teori dasar munculnya kepemimpinan
menurut Siagian (2004), Anoraga (1995), terbagi atas tiga teori, yaitu:
a. Teori Genetik, yaitu seseorang
menjadi pemimpin karena memang ditakdirkan menjadi seorang pemimpin serta adanya
faktor keturunan
b. Teori Sosial, yaitu seseorang menjadi
pemimpin karena melalui proses pendidikan dan pelatihan yang mendukung
c. Teori Ekologis, yaitu gabungan dari
teori genetik dan teori sosial, dengan kata lain seseorang menjadi pemimpin
karena pada dasarnya sudah mempunyai bakat-bakat kepemimpinan, kemudian
dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman, serta disesuaikan dengan
lingkungan.
(Sumber: Siagian, Sondang, 2004.
Filsafat Administrasi, Jakarta: Bumi Aksara).
2. Tipe Kepemimpinan
Menurut Sondang P. Siagian (2004:
34-36) membagi tipe kepemimpinan sebagai berikut:
a. Tipe Otokratik
b. Tipe Militeristik
c. Tipe Paternalistik
d. Tipe Karismatik
e. Tipe Demokratik
(Sumber: Siagian, P.Sondang, 2004.
Filsafat Administrasi, Jakarta: Bumi Aksara).
D. Good Governance (Pemerintahan yang Baik)
Menurut Peraturan Pemerintah no. 101
tahun 2000, good governance adalah kepemerintahan yang menjalankan
prinsip-prinsip demokrasi secara akuntabilitas, transparasi, efisien,
efektifitas, profesionalitas dan mendapat dukungan dari masyarakat.
Unsur-Unsur dari Good Governance,
antara lain:
1. Pemerintah, yaitu tertatanya sistem
pemerintahan penentu utama untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang baik.
2. Swasta, seperti perbankan, koperasi,
industri perdagangan, dsb.
3. Masyarakat, berfungsi agar
terciptanya pemerintahan yang baik diperlukan dukungan dan pengawasan dari
masyarakat.
E. Pelayanan Publik (Public Service)
Pelayanan public adalah kegiatan atau
rangkaian kegiatan, dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan, bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang
dan jasa atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara
pelayanan publik.
(Sumber: UU RI, No.25 Th 2009, Tentang
Pelayanan Publik, Pasal 1, ayat 1).
F. Pembangunan
Istilah pembangunan juga belum
menemukan suatu kesepakatan arti seperti modernisasi. “Joseph J. Spengler”
berpendapat bahwa pembangunan adalah suatu peningkatan kenikmatan/keberkahan.
Pembangunan dapat dilihat dari dua
aspek, yaitu:
1. Pembangunan Ekonomi, adalah kemampuan
memanfaatkan sumber daya alam dalam rangka untuk memenuhi produksi barang dan
jasa.
2. Pembangunan Politik, kadang-kadang
diartikan sebagai modernisasi politik (Lucian W. Pye) dalam arti westernisasi.
Apabila dilihat dari tujuannya,
Pembangunan Politik mempunyai/menuju kepada suatu tujuan yang lebih, misalnya:
1. Demokrasi 7. Distribusi
2. Stabilitas 8. Integrasi
3. Legitimasi 9. Rasionalisasi
4. Partisipasi 10. Birokratisasi
5. Institusionalitas 11. Keamanan
6. Pemerataan 12.Kebebasan dsb.
(Sumber: Bintoro Tjockrohamidjojo,
1987. Administrasi Pembangunan, Penerbit Karunia, Jakarta).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar