Nama :
Joko Mulyono
Program studi : Ilmu
Administrasi Negara
Fakultas :
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Kelas :
A
Hubungan antara Filsafat Adminisrasi Dengan Kepemimpinan Bilamana
Disandarkan Pada Teori ( X, Y, dan, Z)
(ARTIKEL)
Pada era
globalisasi seperti ini, tidak mudah menemukan seorang Leader (pemimpin) yang
bertaqwa, jujur, bertanggung jawab, dan
bisa menjadi contoh bagi para anggotanya. Hal ini akibat dari adanya degradasi
moral dalam jiwa seseorang yang tidak berfikir apa sebenarnya hakikat seorang
pemimipin dan lantas bagaimanakah tugas pemimpin yang baik itu ? ditambah lagi dengan persaingan yang ketat
dan tidak sehat. Karena pada hakikatnya, seorang pemimpin yang baik itu adalah
pemimpin yang dapat mengorganisir
kinarja setiap anggotanya, pemimpin yang dapat membuat kebijakan yang positif (positive of decision making) sehingga
dapat memberikan manfaat bagi para anggota itu sendiri maupun dapat memberikan
pelayanan yang terbaik kepada masyarakat luas (good service to public). Seperti yang tertera dalam Teori “X,Y,
dan Z”. Dimana seorang karakter manusia sangat mempengaruhi pola pikir dan
perilaku seorang pemimpin. Dewasa ini yang menimbulkan pertanyaan, antara lain
: apakah hubungan hakekat filsafat administrasi dengan kompetensi seseorang jika
disandarkan dengan teori “X,Y, dan Z” ? Dan jelaskan teori apakah yang menurut
anda paling baik ? untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita harus
memahami terlebih dahulu pengertian
teori X,Y, dan Z terlebih dahulu. Teori X adalah teori yang menggambarkan
karakter seorang pemimpin yang pola pikirnya cenderung negative, sehingga dapat
mengurangi keharmonisan hubungan antara pemimpin dengan anggotanya. Misalkan, pemimpin
yang tidak pernah menyapa, member salam bahkan tersenyum pada anggotanya. Hal
ini akan memberikan dampak kurang baik terhadap interaksi organisasi, sehingga
terkadang dapat menyebabkan konflik di dalam organisasi itu sendiri. Teori Y
adalah teori yang menjelaskan karakter pemimpin yang selalu berpikir dan
berperilaku positif, selain itu serta selalu memberikan motifasi pada
anggotanya, sehingga anggotanya senang dan nyaman dalam berkerja. Oleh karena
itu, kinerja organisasi akan lebih lancar, efektif, efisien. Sehingga semua
tujuan-tujuan organisasi akan mudah tercapai. Teori Z yaitu, menngambarkan
sifat seorang pemimpin yang kadang berfikir negatif dan kadang-kadang berfikir
positif , yaitu sesuai dengan situasi dan kondisi yang berlaku saat itu.
Sedangkan untuk menjawab pertanyaan selanjutnya mengenai pilihan teori yang terbaik menurut saya pribadi adalah
Teori Demokrasi. Karena teori demokrasi dapat mendorong anggotanya untuk ikut
andil dalam menentukan suatu kebijakan, angotanya diberi kebebasan sesuai
dengan fungsi dan tugas masing, sehingga mereka mampu mengembangkan inisiatif
dan kretifitas mereka, sehingga mhal tersebut
dapat memelihara hubungan yang positif dan sportif antara pemimpin
dengan anggotanya, sehingga tujuan-tujuan organisasi akan mudah tercapai. Jadi
kesimpulannya, pada dasarnya semua teori mempunyai kelebihan dan kekurangannya
masing-masing . Akan tetapi, untuk menjadi seorang Leader (pemimpin) yang baik
dan bijaksana, yaitu pemimpin yang mampu mengondisikan segala
permasalahan-permasalahan organisasinya sesuai dengan situasi dan kondisi yang
berlaku saat itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar