Selasa, 04 November 2014

Hubungan Kepemimpinan dengan Filsafat Administrasi bilamana mana disandarkan dengan Teori X, Y, dan Z

Nama                    : Joko Mulyono
Program studi    : Ilmu Administrasi Negara
Fakultas               : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Kelas                     : A

Hubungan antara Filsafat Adminisrasi Dengan Kepemimpinan Bilamana Disandarkan Pada Teori ( X, Y, dan, Z)
(ARTIKEL)


Pada era globalisasi seperti ini, tidak mudah menemukan seorang Leader (pemimpin) yang bertaqwa, jujur, bertanggung jawab,  dan bisa menjadi contoh bagi para anggotanya. Hal ini akibat dari adanya degradasi moral dalam jiwa seseorang yang tidak berfikir apa sebenarnya hakikat seorang pemimipin dan lantas bagaimanakah tugas pemimpin yang baik itu ?  ditambah lagi dengan persaingan yang ketat dan tidak sehat. Karena pada hakikatnya, seorang pemimpin yang baik itu adalah pemimpin  yang dapat mengorganisir kinarja setiap anggotanya, pemimpin yang dapat membuat kebijakan yang positif (positive of decision making) sehingga dapat memberikan manfaat bagi para anggota itu sendiri maupun dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat luas (good service to public). Seperti yang tertera dalam Teori “X,Y, dan Z”. Dimana seorang karakter manusia sangat mempengaruhi pola pikir dan perilaku seorang pemimpin. Dewasa ini yang menimbulkan pertanyaan, antara lain : apakah hubungan hakekat filsafat administrasi dengan kompetensi seseorang jika disandarkan dengan teori “X,Y, dan Z” ? Dan jelaskan teori apakah yang menurut anda paling baik ? untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita harus memahami terlebih dahulu  pengertian teori X,Y, dan Z terlebih dahulu. Teori X adalah teori yang menggambarkan karakter seorang pemimpin yang pola pikirnya cenderung negative, sehingga dapat mengurangi keharmonisan hubungan antara pemimpin dengan anggotanya. Misalkan, pemimpin yang tidak pernah menyapa, member salam bahkan tersenyum pada anggotanya. Hal ini akan memberikan dampak kurang baik terhadap interaksi organisasi, sehingga terkadang dapat menyebabkan konflik di dalam organisasi itu sendiri. Teori Y adalah teori yang menjelaskan karakter pemimpin yang selalu berpikir dan berperilaku positif, selain itu serta selalu memberikan motifasi pada anggotanya, sehingga anggotanya senang dan nyaman dalam berkerja. Oleh karena itu, kinerja organisasi akan lebih lancar, efektif, efisien. Sehingga semua tujuan-tujuan organisasi akan mudah tercapai. Teori Z yaitu, menngambarkan sifat seorang pemimpin yang kadang berfikir negatif dan kadang-kadang berfikir positif , yaitu sesuai dengan situasi dan kondisi yang berlaku saat itu. Sedangkan untuk menjawab pertanyaan selanjutnya mengenai pilihan teori  yang terbaik menurut saya pribadi adalah Teori Demokrasi. Karena teori demokrasi dapat mendorong anggotanya untuk ikut andil dalam menentukan suatu kebijakan, angotanya diberi kebebasan sesuai dengan fungsi dan tugas masing, sehingga mereka mampu mengembangkan inisiatif dan kretifitas mereka, sehingga mhal tersebut  dapat memelihara hubungan yang positif dan sportif antara pemimpin dengan anggotanya, sehingga tujuan-tujuan organisasi akan mudah tercapai. Jadi kesimpulannya, pada dasarnya semua teori mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing . Akan tetapi, untuk menjadi seorang Leader (pemimpin) yang baik dan bijaksana, yaitu pemimpin yang mampu mengondisikan segala permasalahan-permasalahan organisasinya sesuai dengan situasi dan kondisi yang berlaku saat itu.